Tari Bali Syariah: Pertarungan Agama, Etika, dan Estetika

Independen --- Pertarungan agama mulai merangsek dalam karya seni tari Bali. Muncul terminologi Tari Bali Syariah karena para penari perempuan menggunakan baju lengan panjang dan jilbab ketika menari. Bulantrisna Djelantik, dokter sekaligus guru tari meminta masyarakat tidak menarik estetika dalam seni tari tradional dengan kaca mata agama. 

Ia mengatakan, "Kebudayaan dan kesenian bukan hal diam seperti benda dalam museum. Kesenian akan terus bergerak mengalir menurut lokasi, maupun waktu, tanpa ada yang bisa menghalanginya." Tari Bali sendiri adalah hasil persinggungan tarian dan pengiring gamelan Bali Aga, India, Cina, bahkan Barat dalam lingkungan sangat kreatif sehingga menghasilkan tarian khas Bali yang tak ada duanya di dunia.

Sebaiknya menelaah budaya itu dari dua prinsip etika dan estetika. Selengkapnya baca BaleBengong: Membahas Kontroversi Tari Bali Syariah. 

 

kali dilihat