Defisit APBN 2026 diproyeksikan melebar hingga Rp734,3 triliun atau 2,85 persen terhadap PDB. Pemerintah optimistis anggaran tetap sehat, tetapi ekonom melihat sejumlah alarm fiskal mulai menyala. Pendapatan negara memang tumbuh, namun lonjakan belanja, subsidi energi, pelemahan rupiah, dan potensi melesetnya penerimaan pajak dinilai dapat memperberat beban fiskal. Seberapa aman kondisi APBN di tengah tekanan tersebut?