Pemakaman Marcos di Taman Makam Pahlawan Ditentang Masyarakat Filipina

Independen --- Penguburan presiden kesepuluh Filipina, Ferdinand Marcos di Taman Makam Pahlawan Libingan ng mga Bayani, Manila pada 18 November lalu terus menuai protes. Menjelang akhir pekan lalu, Jumat, 25 November 2016, masyarakat melakukan demontrasi di Luneta Park, Manila, Filipina.

Mereka menuntut Presiden Duterte membatalkan penguburan itu, dan memindah makam Marcos. Masyarakat menilai Presiden Marcos bertanggungjawab pada pelanggaran HAM dan korupsi saat dia berkuasa, 1965-1986. Marcos terjungkal dengan gerakan People Power di Filipina di akhir periode rezimnya. Ia meninggal di Hawai pada 1989, saat dalam pelarian. 

Berikut laporan Iddaily.net dari Manila, Filipina.

kali dilihat